“Sudah berapa jauhkah dirimu melangkah?”

Pada suatu waktu, dalam perjalanan panjangku.
Pikiranku menerawang begitu jauh, jauh, jauh sekali.
Aku bahkan tak tahu apa yang sedang kupikirkan.
Seolah ada rasa hampa yang bercampur bersama gejolak yang tak kumengerti.

Aku bertanya pada diriku sendri:
“Sudah berapa jauhkah dirimu melangkah?”
Pertanyaan itu seolah pukulan berat untukku.
Pertanyaan itu tak hentinya berputar dalam dunia maya dalam pikirku.
Batinku tersentak......
Rasa yang sulitku jelaskan.

“Sudah berapa jauhkah diriku melangkah?”
Aku menemukan jawaban yang tak berujung.
Mungkin bukan jawaban, hanya sebuah pembelaan diri, betulkah?

 DSCF2414 3

Matahari hari mulai terbenam, meninggalkan bumi.
Aku masih terduduk membisu dan kaku.
Harusnya aku sadar, waktu mulai berlari meninggalku.
Aku harus bangun dan mengejar waktu itu.
Waktuku tak akan banyak lagi.
Bantu aku, bantu aku, bantu aku, bantu aku!

By Casmira de Araujo
Yogya, 5 Juni 2016
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: